Sepasang Mata Dinaya yang Terpenjara

            Dinaya adalah seorang wanita yang memiliki pandangan yang luas dan ilmu yang tinggi. Namun, kemampuan Dinaya terkekang oleh keadaan di sekitar, adat, dan keluarga. Dinaya merupakan satu dari sekian banyak wanita yang menjadi korban dari terpenjarakannya ilmu yang dimiliki. Dinaya memiliki seorang suami bernama Gusti Nyoman Ghana.

            Gusti Nyoman Ghana atau biasa dipanggil Ghana adalah pria yang egois dan tidak peduli dengan keadaan di sekitarnya.

            Biyang atau Ibu adalah tokoh ibu dari Dinaya. Biyang memiliki pandangan keadaan yang berbeda. Menurutnya, keadaan yang sekarang sama dengan keadaan dulu. Karena itu Biyang tidak memiliki intuisi yang cakap.

            Ayam telah mengumandangkan pagi di luar sana. Sudah tiba waktu Dinaya untuk bekerja hingga malam tiba. Disaat sedang bekerja, Dinaya merasa menyesal karena telah menikah dengan Ghana. Karena Ghana bukanlah lelaki pilihan Dinaya, tetpi pilihan Biyang.

            Bukan hal tabu lagi jika Biyang menjodohkan Dinaya dengan lelaki pilihan Biyang. Karena sejak kecil, Biyang telah mengatur dan mengekang Dinaya dengan segala hal yang dia anggap benar dan terutama peraturan dari Biyang yang membuat kemampuan berpikir Dinaya terpenjarakan. Bahkan Biyang sering mencemooh Dinaya dengan kata-kata yang menghancurkan harga dirinya.

            Dinaya telah berusaha untuk menjelaskan kepada Biyang bahwa kemampuan Dinaya yang selama ini ia asah terkekang oleh Ghana. Meskipun begitu, Biyang tetap tidak memperdulikannya. Karena pikiran Biyang telah dipenuhi oleh kepercayaan bahwa sumber kebahagiaan perempuan adalah apabila wanita itu memuaskan kebutuhan laki-laki.

            Dinaya ‘tak kuasa dengan segala ketentuan dan pandangan Biyang. Dinaya merupakan wanita modern yang telah memiliki kemampuan berpikir seorang wanita berpendidikan. Sedangkan Biyang adalah wanita yang sangat tergantung oleh adat istiadat kepercayaannya. Tidak heran lagi jika pandangan kehidupan Biyang sangat kontras dengan pandangan kehidupan Dinaya.

           

            Akhirnya dengan berat hati Dinaya menuruti ketentuan Biyang. Dengan ketegaran yang tinggi dan rasa ikhlas yang besar, Dinaya tetap menjadi seorang istri yang hanya berputar-putar di area dapur dan Dinaya tidak akan bisa merasakan warna warni dunia yang bisa dirasakan oleh kamu lelaki umumnya.

 

 

Jadi, bersyukurlah kalian para wanita jaman sekarang.

Janganlah kalian menyia-nyiakan kesempatan ini.

Sadarlah..

Jika kalian lahir bersamaan dengan R.A Kartini.

Tidak dapatlah kalian seperti sekarang.

By Mukhamad Mardiansyah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s